Rabu, 13 Oktober 2010

PERTIWIKU MALANG PERTIWIKU SAYANG : Sebuah Catatan kritis………………………………………..

Sebagai sebuah jargon, motto, atau slogan PERTIWI sesungguhnya sudah cocok dengan karakteristik Kabupaten Tegal, dimana pertanian merupakan sector yang masih menjadi pijakan sebagian besar masyarakatnya. Dus , memiliki kontribusi yang signifikan bagi PDRB Kabupaten Tegal. Ya….PERTIWI yang merupakan akronim dari Pertanian, Industri, dan Pariwisata dijadikan motto sekaligus “trademark” yang ingin dikembangkan sebagai sector pilihan bagi pemkab Tegal. Pemilihan jargon ini dapat dimaknai bahwa pemkab Tegal ingin menjadikan sector pertanian, industry, dan pariwisata sebagai ikon pembangunan, yang mampu membedakan dirinya dengan wilayah-wilayah pemda tingkat II lainnya. Ini berarti bahwa pemkab Tegal sudah memproklamasikan diri sebagai daerah yang berbasis “pertiwi” dalam pengembangan dan pembangunannya. Pertanyaannya, cukupkah dengan membuat slogan/motto/jargon PERTWI lantas pemkab berpuas diri dan membiarkannya sebagai sebuah istilah tanpa makna sekedar memberikan identitas yang lain dengan pemkab lainnya ? Sekedar “pemanis lambe” , kalau pemkab Tegal tidak kalah dengan pemkab lainnya yang juga memiliki jargon/slogan/motto. Sebut saja ; Brebes BERHIAS, Pekalongan …….., Kendal………..
Tinjauan sosiologis
Secara sosiologis, pertanian merupakan mata pencaharian sebagian besar penduduk Kabupaten Tegal. Hal ini tidak terlepas dari posisi geografis dan topografisnya. Wilayah ini memiliki potensi yang lengkap berupa daerah dataran tinggi , dataran rendah, dan daerah pantai yang secara alamiah telah memberikan berkah bagi penduduknya di bidang pertanian , kehutanan, dan perikanan . Tidak kurang 386.275 penduduk di Kabupaten Tegal menggantungkan mata pencahariannya pada sector ini. Oleh karena itu, pemilihan sector pertanian sebagai salah satu prioritas pembangunan dan pengembangan ekonominya merupakan pilihan yang tepat dan bijaksana.
Demikian pula dengan sector industrinya. Secara sosiologis, penduduk Kabupaten Tegal telah terkenal dengan kreativitasnya. Terbukti dengan “label” jepangnya Indonesia melekat sejak dahulu kala. Dan kabar paling mutakhir, Kabupaten Tegal dinobatkan sebagai sentra IKM nasional.
Sedangkan sector pariwisata merupakan sector yang melekat pada kekayaan alamiah yang dimiliki Kabupaten Tegal berupa dataran tinggi pegunungan yang sejuk dan daerah pantai yang secara umum dikelola sebagai objek wisata konvensional. Dan tren kedepan, sector ini menjanjikan “devisa” yang andal sekaligus memiliki multiplier effect bagi penduduk disekitarnya.
Tinjauan ekonomis
Secara ekonomis, sector pertanian memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi PDRB Kabupaten Tegal selama ini. Tak kurang 15,87 % perannya dalam portofolio PDRB 2006. Akan tetapi, seiring dengan dinamika dan perkembangan ekonomi, kontribusi sector pertanian mengalami tren yang semakin menurun. Disinilah letak urgensinya menjadikan sector pertanian menjadi sector prioritas mengingat perannya dalam penyerapan tenaga kerja yang masih dominan serta potensi wilayahnya yang masih memiliki ruang untuk optimalisasinya. Dari sisi ini maka menempatkan sector ini menjadi prioritas pembangunan merupakan langkah yang bijaksana pula.
Demikian pula dengan sector industry dan pariwisatanya yang memberikan kontribusi tak kurang dari 25,81% dan 28,64 % ( perdagangan, hotel dan restoran sebagai sector penunjang pariwisata )

Tinjauan politis
Secara politis, pemilihan sector pertanian merupakan pilihan yang rasional mengingat sector ini mewakili stakeholder terbesar dalam kehidupan politik di Kabupaten Tegal.
Demikian pula dengan sector industry dan pariwisatanya dimana secara agregat ketiga sector tersebut menghidupi hampir 70 % tenaga kerja.

What nexts ? Apakabar PERTIWIKU
Secara konseptual, program yang diangkat dan diluncurkan oleh Pemkab Tegal pada tahun 1999 ini merupakan program yang cerdas, logis, dan elegan. Pertanyaannya sudahkah program yang baik ini dijalankan dengan konsekuen, konsisten, dan konkret ? Itulah pertanyaan yang mendasar yang menggelayuti alam pikir kita, pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan pembangunan di Kabupaten Tegal. Sepuluh tahun sudah program ini diluncurkan, seusia dan seumur reformasi yang melahirkan otonomi daerah pula. Sudahkah konsep PERTIWI terinternalisasi dalam berbagai kebijakan yang diambil oleh para pemangku kebijakan, dari Pak Bupati sampai organ terendahnya di desa-desa, bahkan oleh masyarakatnya. Sudahkan PERTIWI sungguh – sungguh menjadi prioritas dan program unggulan yang di-ejawantahkan dengan dukungan kebijakan penganggaran yang diwujudkan dalam struktur APBD yang memadai ?

Minggu, 21 Maret 2010

Audiensi dengan Walikota Tegal

Bertempat di pendopo rumah dinas walikota Tegal, sabtu, 20 Maret 2010, Kami Pengurus Harian MASTEJO diterima oleh Walokota Tegal, Ikmal Jaya.Hadir mewakili pengurus adalah Kang Kuwat, kang Oki, Kang Syafii, Kang Harjo dan Alex. Pertemuan juga dihadiri redaktur RADAR TEGAL, mas Zuhlifar alias ipank. Selama kurang lebih 2 jam, perbincangan berlangsung hangat dan akrab. Dijelaskan oleh pak walikota terkait visi Kota Tegal yang dimulai tahun 2010 ini.Yakni Tegal Sehat, Tegal Cerdas, Tegal berbisnis, dan Tegal berwisata. Dari Paguyuban MASTEJO disampaikan amanat anggota bahwa walokota secara eks officio adalah Pembina MASTEJO. Upaya pemerintah kota dalam mempromosikan potensi ekonominya akan sangat terbantu jika pemkot mengagendakan dan bermitra dengan MASTEJO dalam wujud Pusat Informasi Kota Tegal (PIKKAT) Di kota Yogyakarta, sebagai pintu gerbang pariwisata, pusat seni budaya dan pendidikan. Pada prinsipnya ,Pak Ikmal sangat appreciate dan mendukung program kerja MASTEJO tsb dan akan memikirkan bagaimana mekanisme anggaran dapat dialokasikan untuk kegiatan tersebut. Diakhir pembicaraan, pak Wali menitipkan pesan bagi seluruh warga MASTEJO.Demikian sekilas info.Tak lupa ucapan terima kasih untuk mas agus suyono dan mas wisnu yang sudah berperan bagi berlangsungnya acara tersebut. matur nuwun

Rabu, 17 Maret 2010

Syawalan Warga Tegal- Cikal bakal MASTEJO

Minggu 4 Oktober 2009, sekumpulan ngapakers berkumpul di hall benteng Vredeburg Jogja, tentunya dengan niat yang sama menyambung tali silaturakhim. Tak disangka ternyata orang Tegal yang berdomisili di Jogja banyak juga, lebih dari 300 orang dari berbagai umur dan kalangan berkumpul tumplek blek jadi satu berkhalal bil halal.Acara demi acara yang disusun oleh panitia penyelenggara dari mulai sambutan-sambutan, siraman rokhani, penamaan organisasi, pembentukan kepengurusan, pembahasan rancangan AD/ART serta acara huburan berjalan lancar, guyub dan meriah. Diakhir acara hidangan khas Tegal seperti Sauto, tahu aci, sayur asem dll disajikan untuk seluruh peserta.
Selamat atas terbentuknya Paguyuban Masyarakat Tegal Jogjakarta (Mastejo).

Rapat konsolidasi Syawalan

Malam setelah sholat Tarawih, tanggal 15 September 2009 para founder Paguyuban Masyarakat Tegal Jogjakarta (MASTEJO) mengadakan rapat konsolidasi untuk mengadakan acara halal bil halal (baca: syawalan) antar warga Tegal yang berdomisili di Jogja. Acara rapat diadakan di sebuah warung Gudeg dekat pasar Klithikan, pemilihan tempat rapat itu sendiri katanya biar sekali-kali merasakan masakan daerah tempat kami berdomisili. Dari pertemuan itu sebenarnya nama Mastejo belum mencuat untuk dijadikan nama paguyuban, dalam acara arapat itu baru disepakati pelaksanaan Syawalan akan diadakan pada 4 Oktober 2009 di Benteng Vrederburg Jogja, dengan agenda acara yaitu: halal bil halal, penamaan organisasi, pembentukan kepengurusan, dan pembahasan AD/ART.

Acara rapat itu sendiri dihadiri kurang lebih 15 orang yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat Tegal yg berdomilisi di Jogja, ada yang dari POLRI, PNS, politisi, budayawan, kalangan media, pedagang, mahasiswa dan saya sendiri mewakili bloger Tegal. Dengan guyonan-goyonan khas Tegalan dan tentunya memakai bahasa Tegal, kami berhasil mengacaukan suasana warung Gudeg itu, mungkin si penjual gudeg bingung juga sebenarnya apa yang kami tertawakan, memang wong Tegal laka-laka. Pertemuan itu di tutup dengan menikmati Gudeg khas Jogja. Sampai ketemu di Vredeburg jakwir!!(Traju)

Minggu, 14 Maret 2010

Apa dan Siapa MASTEJO

Sekilas Paguyuban MASTEJO

Berawal dari keinginan beberapa orang Tegal yang bermukim atau tinggal di kota Yogyakarta untuk memiliki sebuah wadah organisasi yang dapat menaungi keberadaan dan menjadi sarana silaturahim antar warganya. Keinginan dan hasrat tersebut kemudian diikuti dengan serangkaian pertemuan yang diinisiasi oleh beberapa tokoh yang memiliki kepedulian akan perlunya wadah tersebut dengan menggandeng beberapa simpul - simpul organisasi yang sudah ada sebelumnya namun masih bersifat sporadic dan tersebar keberadaannya. Beberapa simpul kumpulan warga tersebut adalah IKL (Ikatan Keluarga Lebaksiu) yang beranggotakan para pedagang martabak, kemudian kelompok-kelompok perkumpulan mahasiswa yang tersebar pada beberapa universitas/perguruan tinggi ; HIPOTESA (UGM), KAMASITA (UIN), SOULMATE (UNY) dan FOSTER (PESANTREN KRAPYAK).
Jadi, sesungguhnya organisasi warga Tegal di Yogyakarta ini sudah ada secara informal selama ini. Oleh karena itu, ketika terpercik keinginan untuk membuat dan memiliki organisasi yang lebih mapan dan formal , gagasan tersebut mendapat respons dan apresiasi yang luar biasa dari beberapa simpul dan komponen perkumpulan warga itu. Inilah sejatinya, embrio kelahiran paguyuban Masyarakat Tegal di Jogjakarta. Yaitu semangat dan kemauan untuk menyatu dari beberapa eksponen organisasi yang sudah eksis sebelumnya. Pertemuan antara keinginan dan semangat itulah yang akhirnya melahirkan tindakan yang lebih nyata dalam acara syawalan warga Tegal di Benteng Vrederburg, 4 Oktober 2009 yang lalu.
Dan dalam acara itulah kemudian , seluruh warga Tegal di Jogjakarta dari berbagai latar belakang usia, profesi maupun agama sepakat untuk membentuk sebuah organisasi kemasyarakatan yang dapat menaungi keberadaan serta menampung kegiatan, komunikasi, silaturahim sesama warga Tegal dalam bingkai kesamaan nasib dan kepentingan untuk meningkatkan martabat dan kesejahteraan bersama berdasarkan prinsip kekeluargaan dan persaudaraan. Nama yang disepakati adalah Paguyuban MASTEJO (Masyarakat Tegal Jogjakarta). Sebuah paguyuban warga Tegal yang memiliki niat baik dan mulia untuk ikut berperan dalam pemberdayaan masyarakat baik di Kota Jogjakarta maupun di Kabupaten/Kota Tegal . Sebuah paguyuban yang didirikan oleh sebagian besar stakeholder, bersifat pluralisme, lintas profesi, lintas agama dan lintas partai.
Akhirnya, semoga Allah Tuhan Yang Maha Kuasa meridhoi kelahiran dan keberadaan organisasi ini. Berkarya untuk Semua; Bermanfaat bagi Masyarakat; dan Mengabdi pada Negeri. Itulah tekad dan kredo kami. Man Jadda Wa Jada.

Tujuan :

Mewadahi keberadaan , kegiatan dan tata pergaulan warga Tegal yang berdomisili di Yogyakarta , menggalang rasa persaudaraan yang kokoh melalui komunikasi, silaturahim dan kerja sama yang intensif atas dasar kesamaan pandangan dan kepedulian dalam rangka meningkatkan jiwa kekeluargaan, kebersamaan dan kesejahteraan bersama anggota khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.
Misi :

1. Memupuk ikatan kekeluargaan yang kokoh sesama warga Tegal yang ada di Yogyakarta khususnya.
2. Mendorong eksistensi dan peran warga Tegal yang positif sesuai dengan bidang kegiatan masing-masing sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap dinamika kehidupan masyarakat Yogyakarta secara luas.
3. Turut mendukung program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh pemda/pemkot Tegal yang berdimensi local maupun upaya menyosialisasikan atribut - atribut “ke-Tegal-an” ( Seni budaya, kuliner, objek wisata, dan profil Tegal ) di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya dalam bentuk Pusat Informasi Kabupaten/Kota Tegalsekaligus mendorong kemajuan yang berarti bagi Tegal sebagai daerah asal melalui berbagai bidang kegiatan/aktivitas yang nyata. (4) ........(5)..... (PIKKAT)

Visi :

Terwujudnya sebuah perkumpulan/paguyuban bagi para warga Tegal yang mampu mewadahi berbagai ide/pikiran para anggotanya guna mendorong usaha-usaha peningkatan, pengembangan dan pemajuan kehidupan masyarakat Tegal di jogjakarta dalam suasana hubungan kekeluargaan yang harmonis dan dinamis dan mampu memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat pada umumnya.



Struktur Organisasi

Pembina : Bupati Tegal ( Ex Officio )
Walikota Tegal ( Ex Officio )
Ketua DPRD Kabupaten Tegal ( Ex Officio )
Ketua DPRD Kota Tegal ( Ex Officio )


Penasehat : 1. Drs. H. Subechi, MM,MSi
2. Slamet Saiful Muslimin
3. Pranowo
4. Prof.Dr.Daldiri
5. Prof.Dr. Slamet Sugiri
6. Drs. Madfuri Sayiddi
7. H. Saiful Masri
8. Hasan Abdullah

Ketua Umum : Drs. H. AKBP Darmanto, MM
Ketua Harian : H. Kuwat Indriyanto, SE. MSi
Wk.Ketua Harian : Pambudi P, S.Ag
Sekretaris : Drs. Farokhi Sayiddi
Wk.sekretaris : Mirza Asril Syahrial
Bendahara : Drs. EC Syafi’i
Wk.Bendahara : Susri Marsiyatun SE
Humas : Abdi D Noor S.Sos.Msi ( Radar Jogja )
Bayu Widagdo, S.Sos.Msi ( Harian Jogja )
Ismet Nurul Munir ( Mingguan Merapi )
Sekretariat :
1. www.facebook.com : Paguyuban Mas Tejo
2. www.mastejo.blogspot.com
3. Jalan Gedong Kuning Selatan No 122 Ruko 8 Rejowinangun, Kotagede Yogyakarta
4. Jalan Semanggi Raya No 46 Mejasem, Tegal
5. Rekening Mandiri a.n Drs Ec Syafi’i no 130.000.668.0710

Seksi – seksi :

1. organisasi & keanggotaan : Ismoyo BS S.Kom ( Koordinator)
Khamdan Kurniawan
Bambang Sutrisno
Budi Santoso

2. Pengembangan SDM & Kesra : Drs. Yuno Hedi (Koordinator)
Ny. Arief
Nurcahyo
Suningsih
Teguh Santoso
Munir Kuswoyo

3. Pengembangan Seni & budaya : Ir. Teguh Puji H (Koordinator)
Ir. Heru Susdiyantoro
Ny. Saiful M

4. Keagamaan & sosial : Abdul Halim,S.Ag (Koordinator)
Busthomi,S.Ag
Bahrudin,S.Ag

5. Kewirausahaan & Ekonomi : Sulianto ( Koordinator)
H. Saiful Rahman,SE
Sapto Puji Santoso, SE
6. Kemahasiswaan : Irfan Antono ( Koordinator)
Ari Wibowo
Novan Dwi Atmaja
Fidha Al Fariz
Alex Mustholih
Ibnee Trisal Adam


ORTOM KEMAHASISWAAN Hipotesa ( UGM )
Kamasita ( UIN )
Soulmate ( UNY )
Foster ( Krapyak )



Program Kerja


1. Pembinaan dan pendampingan kegiatan kemahasiswaan
2. Pembinaan dan pengenalan kewirausahaan melalui kegiatan Pelatihan kewirausahaan, Jurnalistik, perpajakan dll bagi mahasiswa dan anggota
3. Pembinaan dan Pengembangan UMKM ( penjual martabak Lebaksiu, warteg, dll ) melalui pembentukan Koperasi martabak MASTEJO dan revitalisasi gerobak .
4. Pembinaan dan kajian budaya Tegal melalui Pentas Seni & Budaya, Sarasehan dan Lain - lain.
5. Pembinaan mental spiritual melalui Kegiatan Keagamaan
6. Pembentukan Pusat Informasi Tegal di Jogjakarta melalui kerja sama kemitraan dengan Humas Pemda/Pemkot ( PIKKAT )