Secara umum, rumah adalah tempat bernaung bagi manusia, tempat berkumpulnya sebuah keluarga, tempat beristirahat setelah kita beraktivitas mencari penghidupan. Rumah juga melindungi kita (manusia) dari hujan, panas, dsb. Singkatnya, rumah merupakan kebutuhan primer seperti halnya juga sandang dan pangan.
Dalam perspektif Jawa atau Orang Jawa, rumah memiliki makna yang lebih dari sekedar tempat bernaung dan berkumpulnya keluarga. Yakni bahwa rumah yang dalam bahasa jawa di sebut Wisma, merupakan symbol harkat, martabat, dan juga kesempurnaan sebagai manusia, khususnya bagi kaum Adam atau Laki-lakinya. Hal ini bisa terungkap dalam falsafah dimana seorang laki-laki Jawa menjadi sempurna ketika sudah memiliki : wisma, wanodya, turangga, curiga, dan kukila. Wisma atau rumah disini yang dimaksud bukanlah (selalu) rumah yang mewah ataupun jumlah rumah yang banyak. Tetapi yang dimaksud adalah sarana untuk mengingatkan bahwa manusia juga akan kembali kerumah atau asal manusia, yaitu kepada Sang Pencipta (Tuhan). Karena menurut orang jawa : wong urip iku mung mampir ngombe (hidup manusia itu cuman mampir minum ) yang berarti orang hidup itu hanya sebentar seperti orang yang bertamu/mampir untuk minum menghilangkan rasa haus. Bahkan menurut ajaran Ki Ageng Suryomentaram, Kawruh Jiwa, di sampaikan bahwa cukupnya rumah adalah bisa sebagai tempat untuk berlindung dari panas dan hujan. Sebagaimana dalam filosofi “sabutuhe, sacukupe, saperlune, sabenere, samestine, sapenake”.
Dalam konteks inilah, pementasan Wayang Rumah oleh Ki Gundono menemukan relevansinya. Sebagai pengingat kepada kita semua untuk berkontemplasi dan merenung bahwa rumah bukan sekedar rumah secara fisik. Melainkan juga memiliki makna filosofis dan kejiwaan yang luhur bagi kita semua dalam memahami “Sangkan Paraning Dumadi “
Ki Kuwat Indriyanto
Ketua Harian Paguyuban MASTEJO
Minggu, 23 Januari 2011
Senin, 17 Januari 2011
RENCANA KERJA 2011
Notulen Musyawarah Kerja Paguyuban (Masyarakat Tegal di Jogja) MASTEJO
Babarsari, 16 Januari 2011
1. Sie Organisasi dan Keanggotaan
a) Informasi keanggotaan harus diperbarui setiap waktu yang dapat dilakukan
pada saat pengajian rutin bulanan dan kegiatan lainnya
b) Kartu Anggota perlu segera direalisasikan
c) Iuran anggota dilakukan pada saat pengajian rutin dan atau kegiatan lainnya
d) Kesekretaritan harus segera direalisasikan (mendesak). Ada 2 alternatif
tempat yang dapat dijadikan sebagai sekretariat yaitu:
1. Jalan Kebon Raya No 25
2. Jogja Fis Market (JFM)
e) Pembentukan perwakilan wilayah:
- Kota Yogyakarta: Kang Harjo
- Sleman: Kang Teguh
- Bantul, Gunung Kidul, dan Kulon Progo: Kang Agung P.
f) Perlu dibuat buletin (Warta MASTEJO) secara rutin (triwulanan) yang memuat
berbagai informasi paguyuban seperti posisi keuangan, kegiatan MASTEJO,
profil anggota, dsb.
g) Revisi kepengurusan dengan rincian sebagai berikut:
- Sekretaris: Ismoyo BS.,
- Wakil Sekretaris: Ibnee Trisal Adam
- Koordinator Sie Organisasi dan Keanggotaan: Suharjo
- Serta penambahan beberapa anggota masing-masing sie
2. Sie Pengembangan SDM dan Kesra
a) Kebutuhan pengembangan SDM para anggota perlu diinventarisasi (siapa yang
perlu ditingkatkan SDM-nya?) terutama bagi mahasiswa dan para wirausahawan
b) Perlu adanya kegiatan formal, seperti pelatihan kewirausahaan, jurnalistik,
design grafis dll
3. Sie Pengembangan Seni dan Budaya
a) Pembentukan panitia Pementasan Wayang Suket yang akan diadakan pada 23
Februari 2011 pukul 19.00 – selesai di rumah Kang Teguh Puji H., Babarsari.
Susunan panitianya adalah sebagai berikut:
Ketua: Kuwat Indriyanto
Sekretaris: Pambudi
Bendahara: Agung P.
Sie Dokumentasi: Ibnee, Novan, Mirza
Sie Konsumsi: Sulianto, Suharjo
b) Perlu diadakan program gendu2 rasa “Sanja” 2 bulan sekali
c) Perlu diadakan program pembentukan grup kesenian seperti Hadroh, music dll
bagi para mahasiswa dan anggota lainnya
d) Perlu adanya jalinan kerjasama dengan Dewan Kesenian Tegal dan Yogyakarta
4. Sie Keagamaan dan Sosial
a) Pengajian rutin bulan Februari 2011 akan dilaksanakan pada pagi hari mulai
pukul 10.00-12.00 di rumah H. Akib
b) Perlu dibuat jadwal pengajian rutin dalam setahun (12 bulan)
c) Perlu memanggil mubaligh dari luar MASTEJO untuk memperkenalkan MASTEJO
kepada masyarakat umum khususnya di Yogyakarta
d) Waktu pelaksanaan pengajian sebaiknya dibatasi, agar tidak mengganggu tuan
rumah
e) Sebagian uang kas akan digunakan untuk membeli wireless microphone
f) Infaq diingatkan dalam undangan
g) Jaringan komunikasi undangan terutama untuk mahasiswa
5. Sie Kewirausahaan dan Ekonomi
a) Pemantapan Pembentukan koperasi untuk para pedagang martabak
b) Pembentukan Lembaga Pengembangan dan konsultasi wirausaha (LPKW) MASTEJO
c) Perlu adanya inventarisasi jenis-jenis usaha para anggota MASTEJO
d) Pembuatan kalender 2011 yang akan memuat gambar-gambar/foto-foto kegiatan
MASTEJO
e) Pemberdayaan masyarakat Lebaksiu melalui potensi sayur mayurnya
f) Pemberdayaan para pedagang yang ada di Yogyakarta
6. Sie Kemahasiswaan
a) Perlu pergantian personil Sie Kemahasiswaan
b) Personil sie kemahasiswaan sebaiknya adalah pengurus aktif di himpunan
mahasiswa
c) Mahasiswa harus sering berkonsultasi dengan para sesepuh MASTEJO
d) Menyelenggarakan pelatihan- pelatihan dan motivasi selaras dengan program
sie pengembangan SDM
Babarsari, 16 Januari 2011
1. Sie Organisasi dan Keanggotaan
a) Informasi keanggotaan harus diperbarui setiap waktu yang dapat dilakukan
pada saat pengajian rutin bulanan dan kegiatan lainnya
b) Kartu Anggota perlu segera direalisasikan
c) Iuran anggota dilakukan pada saat pengajian rutin dan atau kegiatan lainnya
d) Kesekretaritan harus segera direalisasikan (mendesak). Ada 2 alternatif
tempat yang dapat dijadikan sebagai sekretariat yaitu:
1. Jalan Kebon Raya No 25
2. Jogja Fis Market (JFM)
e) Pembentukan perwakilan wilayah:
- Kota Yogyakarta: Kang Harjo
- Sleman: Kang Teguh
- Bantul, Gunung Kidul, dan Kulon Progo: Kang Agung P.
f) Perlu dibuat buletin (Warta MASTEJO) secara rutin (triwulanan) yang memuat
berbagai informasi paguyuban seperti posisi keuangan, kegiatan MASTEJO,
profil anggota, dsb.
g) Revisi kepengurusan dengan rincian sebagai berikut:
- Sekretaris: Ismoyo BS.,
- Wakil Sekretaris: Ibnee Trisal Adam
- Koordinator Sie Organisasi dan Keanggotaan: Suharjo
- Serta penambahan beberapa anggota masing-masing sie
2. Sie Pengembangan SDM dan Kesra
a) Kebutuhan pengembangan SDM para anggota perlu diinventarisasi (siapa yang
perlu ditingkatkan SDM-nya?) terutama bagi mahasiswa dan para wirausahawan
b) Perlu adanya kegiatan formal, seperti pelatihan kewirausahaan, jurnalistik,
design grafis dll
3. Sie Pengembangan Seni dan Budaya
a) Pembentukan panitia Pementasan Wayang Suket yang akan diadakan pada 23
Februari 2011 pukul 19.00 – selesai di rumah Kang Teguh Puji H., Babarsari.
Susunan panitianya adalah sebagai berikut:
Ketua: Kuwat Indriyanto
Sekretaris: Pambudi
Bendahara: Agung P.
Sie Dokumentasi: Ibnee, Novan, Mirza
Sie Konsumsi: Sulianto, Suharjo
b) Perlu diadakan program gendu2 rasa “Sanja” 2 bulan sekali
c) Perlu diadakan program pembentukan grup kesenian seperti Hadroh, music dll
bagi para mahasiswa dan anggota lainnya
d) Perlu adanya jalinan kerjasama dengan Dewan Kesenian Tegal dan Yogyakarta
4. Sie Keagamaan dan Sosial
a) Pengajian rutin bulan Februari 2011 akan dilaksanakan pada pagi hari mulai
pukul 10.00-12.00 di rumah H. Akib
b) Perlu dibuat jadwal pengajian rutin dalam setahun (12 bulan)
c) Perlu memanggil mubaligh dari luar MASTEJO untuk memperkenalkan MASTEJO
kepada masyarakat umum khususnya di Yogyakarta
d) Waktu pelaksanaan pengajian sebaiknya dibatasi, agar tidak mengganggu tuan
rumah
e) Sebagian uang kas akan digunakan untuk membeli wireless microphone
f) Infaq diingatkan dalam undangan
g) Jaringan komunikasi undangan terutama untuk mahasiswa
5. Sie Kewirausahaan dan Ekonomi
a) Pemantapan Pembentukan koperasi untuk para pedagang martabak
b) Pembentukan Lembaga Pengembangan dan konsultasi wirausaha (LPKW) MASTEJO
c) Perlu adanya inventarisasi jenis-jenis usaha para anggota MASTEJO
d) Pembuatan kalender 2011 yang akan memuat gambar-gambar/foto-foto kegiatan
MASTEJO
e) Pemberdayaan masyarakat Lebaksiu melalui potensi sayur mayurnya
f) Pemberdayaan para pedagang yang ada di Yogyakarta
6. Sie Kemahasiswaan
a) Perlu pergantian personil Sie Kemahasiswaan
b) Personil sie kemahasiswaan sebaiknya adalah pengurus aktif di himpunan
mahasiswa
c) Mahasiswa harus sering berkonsultasi dengan para sesepuh MASTEJO
d) Menyelenggarakan pelatihan- pelatihan dan motivasi selaras dengan program
sie pengembangan SDM
PENGURUS LENGKAP PASCA MUSKER
Pembina : Bupati Tegal ( Ex Officio )
Walikota Tegal ( Ex Officio )
Ketua DPRD Kabupaten Tegal ( Ex Officio )
Ketua DPRD Kota Tegal ( Ex Officio )
Penasehat : 1. Drs. H. Subechi, MM,MSi
2. Slamet Saiful M
3. Pranowo
4. Prof.Dr.Daldiri
5. Prof.Dr. Slamet Sugiri
6. Drs. Farokhi Sayiddi
7. Hasan Abdullah
Ketua Umum : Drs. H. AKBP Darmanto, MM
Ketua Harian : H. Kuwat Indriyanto, SE. MSi
Wk.Ketua Harian : Pambudi P, S.Ag
Sekretaris : Ismoyo BS S.Kom
Wk.sekretaris : Ibnee Trisal Adam
Bendahara : Drs. EC Syafi’i
Wk.Bendahara : Agung Prihatmiko
Humas : Abdi D Noor S.Sos.Msi ( Radar Jogja )
Bayu Widagdo, S.Sos.Msi ( Harian Jogja )
Ismet Nurul Munir ( Mingguan Merapi )
Sekretariat :
1. www.facebook.com : Paguyuban Mas Tejo
2. www.paguyubanmastejo.blogspot.com
3. Jalan Prof Amri Yahya No 1 C Wirobrajan, Yogyakarta
4. Jalan Semanggi Raya No 46 Mejasem, Tegal
5. Rekening Mandiri a.n Drs Ec Syafi’i no 130.000.668.0710
Seksi – seksi :
1. organisasi & keanggotaan : Suharjo ( Koordinator)
Bambang Sutrisno
Budi Santoso
Suseno Aji
2. Pengembangan SDM & Kesra : Drs. Yuno Hedi (Koordinator)
Nurcahyo
Suningsih
Teguh Santoso
Munir Kuswoyo
3. Pengembangan Seni & budaya : Ir. Teguh Puji H (Koordinator)
Ir. Heru Susdiyantoro
Susri Marsiyatun SE
Topik
4. Keagamaan & sosial : Abdul Halim,S.Ag (Koordinator)
Busthomi,S.Ag
Bahrudin,S.Ag
Mustafid
5. Kewirausahaan & Ekonomi : Sulianto ( Koordinator)
Mustofa
Sapto Puji Santoso, SE
Harto
6. Kemahasiswaan : Irfan Antono ( Koordinator)
Novan Dwi Atmaja
Fidha Al Fariz
Ismail Zulmi
ORTOM KEMAHASISWAAN Hipotesa ( UGM )
Kamasita ( UIN )
Soulmate ( UNY )
Foster ( Krapyak )
Walikota Tegal ( Ex Officio )
Ketua DPRD Kabupaten Tegal ( Ex Officio )
Ketua DPRD Kota Tegal ( Ex Officio )
Penasehat : 1. Drs. H. Subechi, MM,MSi
2. Slamet Saiful M
3. Pranowo
4. Prof.Dr.Daldiri
5. Prof.Dr. Slamet Sugiri
6. Drs. Farokhi Sayiddi
7. Hasan Abdullah
Ketua Umum : Drs. H. AKBP Darmanto, MM
Ketua Harian : H. Kuwat Indriyanto, SE. MSi
Wk.Ketua Harian : Pambudi P, S.Ag
Sekretaris : Ismoyo BS S.Kom
Wk.sekretaris : Ibnee Trisal Adam
Bendahara : Drs. EC Syafi’i
Wk.Bendahara : Agung Prihatmiko
Humas : Abdi D Noor S.Sos.Msi ( Radar Jogja )
Bayu Widagdo, S.Sos.Msi ( Harian Jogja )
Ismet Nurul Munir ( Mingguan Merapi )
Sekretariat :
1. www.facebook.com : Paguyuban Mas Tejo
2. www.paguyubanmastejo.blogspot.com
3. Jalan Prof Amri Yahya No 1 C Wirobrajan, Yogyakarta
4. Jalan Semanggi Raya No 46 Mejasem, Tegal
5. Rekening Mandiri a.n Drs Ec Syafi’i no 130.000.668.0710
Seksi – seksi :
1. organisasi & keanggotaan : Suharjo ( Koordinator)
Bambang Sutrisno
Budi Santoso
Suseno Aji
2. Pengembangan SDM & Kesra : Drs. Yuno Hedi (Koordinator)
Nurcahyo
Suningsih
Teguh Santoso
Munir Kuswoyo
3. Pengembangan Seni & budaya : Ir. Teguh Puji H (Koordinator)
Ir. Heru Susdiyantoro
Susri Marsiyatun SE
Topik
4. Keagamaan & sosial : Abdul Halim,S.Ag (Koordinator)
Busthomi,S.Ag
Bahrudin,S.Ag
Mustafid
5. Kewirausahaan & Ekonomi : Sulianto ( Koordinator)
Mustofa
Sapto Puji Santoso, SE
Harto
6. Kemahasiswaan : Irfan Antono ( Koordinator)
Novan Dwi Atmaja
Fidha Al Fariz
Ismail Zulmi
ORTOM KEMAHASISWAAN Hipotesa ( UGM )
Kamasita ( UIN )
Soulmate ( UNY )
Foster ( Krapyak )
Musyawarah Kerja 2011

BERITA MUSYAWARAH KERJA PAGUYUBAN MASTEJO
MINGGU, 16 JANUARI 2011
Bertempat di rumah Kang Teguh Puji Harsono, Kompleks Perumahan YADARA Blok 1 No 22 Babarsari, Yogyakarta, Paguyuban MASTEJO (Masyarakat Tegal di Jogjakarta) menyelenggarakan Musyawarah Kerja Tahun 2011. Acara yang berlangsung sehari penuh ini merupakan amanat AD/ART yang harus dilaksanakan sebagai ajang evaluasi kegiatan 2010 dan penyusunan Program Kerja 2011.
Acara diawali dengan pembacaan doa oleh Koordinator Seksi Keagamaan,Kang Halim dilanjutkan Sambutan oleh Ketua Harian MASTEJO, Kang Kuwat Indriyanto. Dalam pengantar Musker tsb Kang Kuwat menyampaikan beberapa catatan menyangkut perjalanan organisasi selama satu tahun terakhir dan harapan – harapan yang harus dikerjakan untuk tahun 2011 ini. Disampaikan bahwa apa yang sudah berjalan agar dilanjutkan dan disempurnakan sedangkan yang belum agar dicoba untuk direalisasikan di tahun ini. Disampaikan juga bahwa salah satu yang menjadi harapan bersama adalah meningkatnya kadar “kekadangan” diantara warga MASTEJO dimana kalau selama ini komunikasi dan silaturahim yang dibangun baru pada tahap tegur sapa seyogyanya ditingkatkan menjadi saling membantu dalam berbagai dimensinya.
Acara inti yang juga dihadiri oleh Ketua Umum Kang AKBP Darmanto, dipimpin oleh Kang Budi Brengos (wakil ketua) ini berlangsung dengan lancar, diselingi canda tawa ala Tegalan tanpa mengurangi keseriusan.Berikut beberapa pokok – pokok hasil Musyawarah Kerja MASTEJO 2011 :
- Pembentukan distrik Sleman (Kang Teguh), Kota (Kang Harjo), dan Bantul (Kang Agung)
- Rotasi dan pergantian beberapa pos kepengurusan
- Buletin warta MASTEJO per 3 bulanan
- Pengajian Rutin Bulanan
- Obrolan Tegalan per 2 bulanan
- Pelatihan Design graphis dan motivasi untuk para mashasiswa
- Pelatihan Kewirausahaan untuk pedagang martabak dan warteg
- Pentas Seni dan Dialog Budaya pada tanggal 23 Januari 2011 bekerja sama dengan Komunitas BANYU BENING
- Dll
Akhirnya, Musker yang penuh hidangan khas Tegal ini, Tahu Aci dan Sauto Tegal ditutup pada Pk. 14.00. Seluruh peserta nampak puas, antusias, guyup dan yang pasti wareg. Matur nuwun jakwir – jakwir kabeh. Muga-muga program kerja 2011 bisa dilaksanakena. Amien
Rabu, 13 Oktober 2010
PERTIWIKU MALANG PERTIWIKU SAYANG : Sebuah Catatan kritis………………………………………..
Sebagai sebuah jargon, motto, atau slogan PERTIWI sesungguhnya sudah cocok dengan karakteristik Kabupaten Tegal, dimana pertanian merupakan sector yang masih menjadi pijakan sebagian besar masyarakatnya. Dus , memiliki kontribusi yang signifikan bagi PDRB Kabupaten Tegal. Ya….PERTIWI yang merupakan akronim dari Pertanian, Industri, dan Pariwisata dijadikan motto sekaligus “trademark” yang ingin dikembangkan sebagai sector pilihan bagi pemkab Tegal. Pemilihan jargon ini dapat dimaknai bahwa pemkab Tegal ingin menjadikan sector pertanian, industry, dan pariwisata sebagai ikon pembangunan, yang mampu membedakan dirinya dengan wilayah-wilayah pemda tingkat II lainnya. Ini berarti bahwa pemkab Tegal sudah memproklamasikan diri sebagai daerah yang berbasis “pertiwi” dalam pengembangan dan pembangunannya. Pertanyaannya, cukupkah dengan membuat slogan/motto/jargon PERTWI lantas pemkab berpuas diri dan membiarkannya sebagai sebuah istilah tanpa makna sekedar memberikan identitas yang lain dengan pemkab lainnya ? Sekedar “pemanis lambe” , kalau pemkab Tegal tidak kalah dengan pemkab lainnya yang juga memiliki jargon/slogan/motto. Sebut saja ; Brebes BERHIAS, Pekalongan …….., Kendal………..
Tinjauan sosiologis
Secara sosiologis, pertanian merupakan mata pencaharian sebagian besar penduduk Kabupaten Tegal. Hal ini tidak terlepas dari posisi geografis dan topografisnya. Wilayah ini memiliki potensi yang lengkap berupa daerah dataran tinggi , dataran rendah, dan daerah pantai yang secara alamiah telah memberikan berkah bagi penduduknya di bidang pertanian , kehutanan, dan perikanan . Tidak kurang 386.275 penduduk di Kabupaten Tegal menggantungkan mata pencahariannya pada sector ini. Oleh karena itu, pemilihan sector pertanian sebagai salah satu prioritas pembangunan dan pengembangan ekonominya merupakan pilihan yang tepat dan bijaksana.
Demikian pula dengan sector industrinya. Secara sosiologis, penduduk Kabupaten Tegal telah terkenal dengan kreativitasnya. Terbukti dengan “label” jepangnya Indonesia melekat sejak dahulu kala. Dan kabar paling mutakhir, Kabupaten Tegal dinobatkan sebagai sentra IKM nasional.
Sedangkan sector pariwisata merupakan sector yang melekat pada kekayaan alamiah yang dimiliki Kabupaten Tegal berupa dataran tinggi pegunungan yang sejuk dan daerah pantai yang secara umum dikelola sebagai objek wisata konvensional. Dan tren kedepan, sector ini menjanjikan “devisa” yang andal sekaligus memiliki multiplier effect bagi penduduk disekitarnya.
Tinjauan ekonomis
Secara ekonomis, sector pertanian memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi PDRB Kabupaten Tegal selama ini. Tak kurang 15,87 % perannya dalam portofolio PDRB 2006. Akan tetapi, seiring dengan dinamika dan perkembangan ekonomi, kontribusi sector pertanian mengalami tren yang semakin menurun. Disinilah letak urgensinya menjadikan sector pertanian menjadi sector prioritas mengingat perannya dalam penyerapan tenaga kerja yang masih dominan serta potensi wilayahnya yang masih memiliki ruang untuk optimalisasinya. Dari sisi ini maka menempatkan sector ini menjadi prioritas pembangunan merupakan langkah yang bijaksana pula.
Demikian pula dengan sector industry dan pariwisatanya yang memberikan kontribusi tak kurang dari 25,81% dan 28,64 % ( perdagangan, hotel dan restoran sebagai sector penunjang pariwisata )
Tinjauan politis
Secara politis, pemilihan sector pertanian merupakan pilihan yang rasional mengingat sector ini mewakili stakeholder terbesar dalam kehidupan politik di Kabupaten Tegal.
Demikian pula dengan sector industry dan pariwisatanya dimana secara agregat ketiga sector tersebut menghidupi hampir 70 % tenaga kerja.
What nexts ? Apakabar PERTIWIKU
Secara konseptual, program yang diangkat dan diluncurkan oleh Pemkab Tegal pada tahun 1999 ini merupakan program yang cerdas, logis, dan elegan. Pertanyaannya sudahkah program yang baik ini dijalankan dengan konsekuen, konsisten, dan konkret ? Itulah pertanyaan yang mendasar yang menggelayuti alam pikir kita, pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan pembangunan di Kabupaten Tegal. Sepuluh tahun sudah program ini diluncurkan, seusia dan seumur reformasi yang melahirkan otonomi daerah pula. Sudahkah konsep PERTIWI terinternalisasi dalam berbagai kebijakan yang diambil oleh para pemangku kebijakan, dari Pak Bupati sampai organ terendahnya di desa-desa, bahkan oleh masyarakatnya. Sudahkan PERTIWI sungguh – sungguh menjadi prioritas dan program unggulan yang di-ejawantahkan dengan dukungan kebijakan penganggaran yang diwujudkan dalam struktur APBD yang memadai ?
Tinjauan sosiologis
Secara sosiologis, pertanian merupakan mata pencaharian sebagian besar penduduk Kabupaten Tegal. Hal ini tidak terlepas dari posisi geografis dan topografisnya. Wilayah ini memiliki potensi yang lengkap berupa daerah dataran tinggi , dataran rendah, dan daerah pantai yang secara alamiah telah memberikan berkah bagi penduduknya di bidang pertanian , kehutanan, dan perikanan . Tidak kurang 386.275 penduduk di Kabupaten Tegal menggantungkan mata pencahariannya pada sector ini. Oleh karena itu, pemilihan sector pertanian sebagai salah satu prioritas pembangunan dan pengembangan ekonominya merupakan pilihan yang tepat dan bijaksana.
Demikian pula dengan sector industrinya. Secara sosiologis, penduduk Kabupaten Tegal telah terkenal dengan kreativitasnya. Terbukti dengan “label” jepangnya Indonesia melekat sejak dahulu kala. Dan kabar paling mutakhir, Kabupaten Tegal dinobatkan sebagai sentra IKM nasional.
Sedangkan sector pariwisata merupakan sector yang melekat pada kekayaan alamiah yang dimiliki Kabupaten Tegal berupa dataran tinggi pegunungan yang sejuk dan daerah pantai yang secara umum dikelola sebagai objek wisata konvensional. Dan tren kedepan, sector ini menjanjikan “devisa” yang andal sekaligus memiliki multiplier effect bagi penduduk disekitarnya.
Tinjauan ekonomis
Secara ekonomis, sector pertanian memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi PDRB Kabupaten Tegal selama ini. Tak kurang 15,87 % perannya dalam portofolio PDRB 2006. Akan tetapi, seiring dengan dinamika dan perkembangan ekonomi, kontribusi sector pertanian mengalami tren yang semakin menurun. Disinilah letak urgensinya menjadikan sector pertanian menjadi sector prioritas mengingat perannya dalam penyerapan tenaga kerja yang masih dominan serta potensi wilayahnya yang masih memiliki ruang untuk optimalisasinya. Dari sisi ini maka menempatkan sector ini menjadi prioritas pembangunan merupakan langkah yang bijaksana pula.
Demikian pula dengan sector industry dan pariwisatanya yang memberikan kontribusi tak kurang dari 25,81% dan 28,64 % ( perdagangan, hotel dan restoran sebagai sector penunjang pariwisata )
Tinjauan politis
Secara politis, pemilihan sector pertanian merupakan pilihan yang rasional mengingat sector ini mewakili stakeholder terbesar dalam kehidupan politik di Kabupaten Tegal.
Demikian pula dengan sector industry dan pariwisatanya dimana secara agregat ketiga sector tersebut menghidupi hampir 70 % tenaga kerja.
What nexts ? Apakabar PERTIWIKU
Secara konseptual, program yang diangkat dan diluncurkan oleh Pemkab Tegal pada tahun 1999 ini merupakan program yang cerdas, logis, dan elegan. Pertanyaannya sudahkah program yang baik ini dijalankan dengan konsekuen, konsisten, dan konkret ? Itulah pertanyaan yang mendasar yang menggelayuti alam pikir kita, pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan pembangunan di Kabupaten Tegal. Sepuluh tahun sudah program ini diluncurkan, seusia dan seumur reformasi yang melahirkan otonomi daerah pula. Sudahkah konsep PERTIWI terinternalisasi dalam berbagai kebijakan yang diambil oleh para pemangku kebijakan, dari Pak Bupati sampai organ terendahnya di desa-desa, bahkan oleh masyarakatnya. Sudahkan PERTIWI sungguh – sungguh menjadi prioritas dan program unggulan yang di-ejawantahkan dengan dukungan kebijakan penganggaran yang diwujudkan dalam struktur APBD yang memadai ?
Minggu, 21 Maret 2010
Audiensi dengan Walikota Tegal
Bertempat di pendopo rumah dinas walikota Tegal, sabtu, 20 Maret 2010, Kami Pengurus Harian MASTEJO diterima oleh Walokota Tegal, Ikmal Jaya.Hadir mewakili pengurus adalah Kang Kuwat, kang Oki, Kang Syafii, Kang Harjo dan Alex. Pertemuan juga dihadiri redaktur RADAR TEGAL, mas Zuhlifar alias ipank. Selama kurang lebih 2 jam, perbincangan berlangsung hangat dan akrab. Dijelaskan oleh pak walikota terkait visi Kota Tegal yang dimulai tahun 2010 ini.Yakni Tegal Sehat, Tegal Cerdas, Tegal berbisnis, dan Tegal berwisata. Dari Paguyuban MASTEJO disampaikan amanat anggota bahwa walokota secara eks officio adalah Pembina MASTEJO. Upaya pemerintah kota dalam mempromosikan potensi ekonominya akan sangat terbantu jika pemkot mengagendakan dan bermitra dengan MASTEJO dalam wujud Pusat Informasi Kota Tegal (PIKKAT) Di kota Yogyakarta, sebagai pintu gerbang pariwisata, pusat seni budaya dan pendidikan. Pada prinsipnya ,Pak Ikmal sangat appreciate dan mendukung program kerja MASTEJO tsb dan akan memikirkan bagaimana mekanisme anggaran dapat dialokasikan untuk kegiatan tersebut. Diakhir pembicaraan, pak Wali menitipkan pesan bagi seluruh warga MASTEJO.Demikian sekilas info.Tak lupa ucapan terima kasih untuk mas agus suyono dan mas wisnu yang sudah berperan bagi berlangsungnya acara tersebut. matur nuwun
Langganan:
Komentar (Atom)
